//
you're reading...
Umum

Kisah si Mamat ( budi pekerti yang luhur )

SI MAMAT

Assalamualaikuwarrohmatullahiwabarokatuh ;

النَّارِ عَذَابَ وَقِنَا ، حَسَنَةً الآخِرَةِ ا فِي وَ ، حَسَنَةً الدُّنْيَايف آتِنَا اللَّهُمَّ
“Allahumma (Robbana) aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.”.

Alkisah di sebuah daerah bernama pondok cabe hidup seorang pemuda pengangguran bernama Mamat, cerita tentang kisah hidup dan keberadaanya begitu sedikit sehingga terkesan seakan-akan adalah orang yang misterius.

Kesehariannya diisi dengan menyambangi para pemuda dan berkeliling di daerah tersebut, dan yang mengheranikan beliau dikenal sebagi orang yang kurang waras, ketika melihat tingkah laku gerak-gerik, cara berpakaian dan cara merawat tubuh.

Mamat demikian biasa ia dipanggil dikenal sebagai seorang yang gemar membantu orang lain, apabila ada orang sedang berduka ia dengan sukarela selalu membantu, dengan membantu memakamkan atau sekedar bantu-bantu di rumah duka, si mamat pun bertingkah seperti ia sendiri yang mengalami kedukaan tersebut, bisa dikatakan ia cukup sibuk membantu dengan ikhlas bahkan tidak jarang ia yang pertamakali datang di tempat pemakaman di antara rombongan yang lain.

Kisah tentang kebaikan mamat lainnya adalah ketika Perayaan Hari Raya Iedul Fitri tahun lalu, seperti pada umumnya ketika orang lain sibuk menyiapkan suguhan ketupat, begitu juga mamat iapun kelihatan sangat sibuk, ia sibuk memesan hati/daging sapi untuk diolah sebagai masakan yang akan dibuat sebagai besek (makanan dalam tempat) yang akan ia bagikan kepada orang-orang di sekitar situ, tentunya orang-orang yang sudah ia pilih, umumnya orang-orang terkemuka daerah situ ada juga pemuda yang menurut dia layak menerima bingkisan tersebut. Anehnya yang ia beri bingkisan adalah orang-orang yang berharta, selidik punya selidik rata-rata yang diberi bingkisan ternyata memang orang yang kurang perduli terhadap sesama dan lingkungan, apa maksud si mamat dibalik itu semua?

Yang membuat heran adalah ketika pada suatu saat ada warga yang akan mengadakan hajatan pernikahan keluarganya, mamat dengan nafas memburu dan seakan tak kenal lelah sibuk membantu dan membelikan satu kardus aqua gelas yang dia bopong dari warung depan yang tiba-tiba dia serahkan kepada sohibul hajat dengan hanya tersenyum-senyum malu, deg tersontak sohibul hajat kaget dengan sikap mamat, esoknya ketika hajatan berlangsung si mamat selalu berada paling depan untuk menyambut tamu dan mempersilahkan untuk duduk seakan-akan dia yang sedang menikahkan anaknya dan tidak seperti orang tidak waras pada umumnya yang tidak mau tau, mamat seakan-akan mengerti ia tidak beranjak sedikitpun dari acara tersebut. Bahkan yang membuat terkejut adalah ketika kemudian diketahui bahwa mamat ikut juga memberikan uang untuk kedua mempelai, kemudian timbul pertanyaan dari mana ia dapatkan uang tersebut dan apakah untuk orang yang kurang waras seperti mamat masih terpikir rasa social kepada lingkungan?

Untuk saat seperti sekarang menemukan orang yang masih peduli kepada sekitar sudah sangat jarang namun untuk cerita mengenai mamat sontak sebenarnya membuat orang berfikir dan mengernyitkan dahi kenapa contoh-contoh tingkah laku terpuji justru dilakukan oleh orang yang notabene kurang waras seperti si mamat, sebenarnya ini adalah perilaku yang dapat dibanggakan.

Dari paparan kisah ini sebenarnya banyak yang bisa kita petik bahwa sesungguhnya tingkat kesadaran seseorang bukanlah dinilai dari penampilan, harta atau jabatan di masyarakat itu semua tidak kekal melainkan hanya titipan, yang bernilai di mata Allah adalah ketika kesadaran itu bisa diwujudkan sesuai dengan niat yang terucap maupun tidak dan fakta yang ada di kehidupan dan bahwa tingkat derajat martabat seseorang ditentukan dari budi pekerti yang luhur dimana di kehidupan nyata lebih banyak hidupnya berguna bagi orang lain dan sedikit bersinggungan dengan alam dan lingkungan sekitar. Semoga kita menjadi bagian masyarakat yang mengedepankan rasa berbudi pekerti yang luhur dengan harapan menjadi orang-orang yang selamat.

الْخَاسِرُونَ هُمُ فَأُوْلَئِكَ ذَلِكَ يَفْعَلْ وَمَن اللَّهِ ذِكْرِ عَن أَوْلَادُكُمْ وَلَا أَمْوَالُكُمْ تُلْهِكُمْ لَا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari meng-ingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”. (QS: Almunafiqun 63: 9)

Waalaikumsalam warrohmatullah hiwabarokatuh ; Ya Allah lindungilah kami di kehidupan dunia, tunjukkanlah jalan yang benar, kumpulkanlah kami dengan orang-orang yang baik, hindarkanlah kami dari malapetaka dan marabahaya dan sampaikan kami, selamatkanlah kami di kehidupan akhirat, Amiiiiiin Ya Robbal Alamiin.

Thank’s to MAMAT
For your inspiring true story

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: