//
you're reading...
Umum

Kaitan Antara Harta dan Ilmu yang Bermanfaat

Pada masa sekarang  di bumi Nusantara ini kita saksikan begitu banyaknya orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan, semakin hari  bukannya  semakin berkurang melainkan terus bertambah, padahal pemerintahan dengan begitu yakinnya menyampaikan bahwa kemiskinan di negri ini sudah merosot tajam (Apakah ini sebuah kebohongan atau Realita?) , tentu diri kita masing-masing sudah bisa merasakan dan menilai kenyataan yang terjadi, entah dengan melihat keluarga sendiri, teman dan bahkan lingkungan

Apa yang salah dengan bangsa ini ?

1. Sopan santun, bangsa ini sudah melupakan nilai-nilai dalam masyarakat yang selama ini merupakan nilai keluhuran bangsa kita yang sudah dipuji oleh bangsa-bangsa seluruh dunia, pada saat kita kecil begitu takutnya kita untuk menatap mata orangtua kita karena nilai adab, sopan santun dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua selalu ditanamkan sejak kita kecil, akibat derasnya informasi pada era keterbukaan setelah era reformasi mengakibatkan hubungan antara anak terhadap orangtua, anak muda terhadap orang yang lebih tua dan antara bawahan dengan atasan menjadi tidak lagi didasari rasa segan, akibatnya apabila ada anak ditegur orangtua omongannya melebihi orangtuanya dst.

2. Sosok Pemimpin, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang Amanah, Bisa dipercaya, Tegas, Adil dan Bijaksana, seperti pada zaman kepemimpinan Rosullulah SAW dan keempat sahabatnya tidak seperti saat ini dimana Pemimpin tidak bisa menengahi perselisihan yang terjadi di jajaran yang Ia pimpin, menyelesaikan masalah dengan mengadu domba, mengganti pemimpin daerah yang menjunjung nilai-nilai budaya yang luhur serta adil dan dicintai rakyat demi menempatkan orang yang bisa distir untuk kepentingan Golongan (berarti sekarang bukan pemimpin yang Amanah yg dicari). Kembali kita coba mengenang sosok yang kita kenal dalam sejarah Prabu Jayabaya dengan ketinggian pengetahuannya beliau meramalkan, akan tiba masanya negri yang indah dan subur  ini akan dipimpin oleh Pemimpin yang Fitnah yang tidak bisa memegang Amanah Rakyat, ditandai dengan rakyat banyak yang kelaparan, susah untuk mencari pekerjaan, orang yang bekerja namun pendapatannya tidak cukup untuk menjalani hidup dan hasil bumi sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya, begitu jelas semua itu telah tampak dihadapan kita, apakah kita akan menyanggahnya?. Sosok pemimpin di negri ini adalah Sentral dimana kehadirannya bagaikan sinar yang menyejukkan kepada seluruh rakyat dan lingkungan yang Ia pimpin, sehingga kehidupan alam menjadi harmonis, bukan malah menciptakan ketimpangan antara si kaya dan si miskin…….ASTAGHFIRULLAHALADZIM.

3. Sabar, kata kunci ini memang sulit untuk dijalankan, sementara itu begitu sulitnya mencari nafkah di negri ini bahkan hanya untuk memperoleh sesuap nasi orang harus saling sikut menyikut dan saling menjatuhkan, di jalan raya kita sering saksikan ada keributan disebabkan oleh hal-hal yang sepele, mungkin kalau kita mau concern sedikit akan hal tersebut pasti ujung-ujungnya tidak jauh dari masalah perut, yang satu karena belum makan ada orang nyenggol dikit maunya marah, yang satunya karena mikirin gajinya yang nggak cukup emosinya meledak-ledak. Sabar….sabar….sabar mungkin bangsa ini disuruh bersabar di antara kehidupan yang penuh dengan persaingan dan orang-orang yang susah cuma menjadi tumbal dan alat keserakahan, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin diinjak dijadikan budak jajahan oleh bangsa sendiri, dimanakah engkau penguasa? di saat si miskin menahan rasa lapar yang amat sangat untuk bertahan hidup, ckckckck,,, di tangan orang-orang yang tidak amanah negri ini menjadi negri yang carut marut, negri yang ringkih sehingga mudah untuk dipecah belah.

Yup,,,,saatnya kita berfikir sesungguhnya cobaan dan ujian datangnya tidak lain dari ALLAH SWT, berat atau ringan cobaan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya, ada yang bilang gw usaha udah, kerja udah, bisnis udah, berdoa udah, ikhtiar ampe nunggang-nungging udah kok nggak ada perubahan dalam hidup gw, yang musti kita sadari bahwa Sosok Seorang Pemimpin menjadi sangat menentukan dalam kehidupan bernegara, bisa nggak dia melihat ke rakyat yang paling bawah, peduli nggak dia dengan rakyat yang kelaparan, mau tau nggak dia dengan kemerosotan moral, bisa mencukupi nggak hasil bumi negri ini untuk kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat. Memang zaman tidak bisa dibohongi dan dihindari.

Yang ada sekarang kita harus memulai dari diri kita sendiri tumbuhkan kepedulian kepada sesama, lingkungan dengan melihat telah munculnya bencana dimana-mana dari sekarang mulailah kita menyayangi alam, karena di dalam AL’QURAN dalam salah satu ayat disebutkan bahwa Alam akan marah akibat perbuatan tangan-tangan manusia yang menghancurkan alam  **) satu demi satu pembuktian kebenaran AL’QURAN mulai terkuak, sebenarnya bencana alam yang terjadi sebagian besar karena ulah manusia itu sendiri, karena kesombongannya sebagai mahluk yang sempurna, istigfar,,,,istigfar,,,,istigfar, ternyata pada hakikatnya Harta (uang, kendaraan, rumah) tidak akan dibawa mati.

**) QS SURAT AR RUM AYAT ; 41-42 MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ

الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ

 كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41)

Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”. (42)

Yang menjadi bekal kita menghadap keharibaan-NYA, hanya :

a.        Ilmu yang bermanfaat.

b.        Amal yang sholeh.

c.        Amal ibadah dan sedekah.

ALLAH SWT menyuruh kita untuk bersabar, supaya kita ingat Harta bukanlah segala-galanya dan jika kita merasa apa yang kita kerjakan sudah maksimal bersyukurlah dengan apa yang sudah kita dapatkan, karena sesungguhnya ALLAH SWT menyelipkan cobaan-cobaan dalam Harta yang banyak, mungkin saja apabila kita diberi Harta yang banyak kita tidak sanggup dan rela  untuk membagi kepada yang berhak, bergegaslah membantu orang lain, menuntut ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya karena itulah bekal kita yang nilainya tak terbatas, selama ilmu tersebut masih terus dipakai. Dan untuk yang sedang mengalami kesusahan, ujian dan cobaan janganlah menyerah teruslah berjuang kalau harta lagi nggak dikasih ya ilmulah yang kita cari, disinilah letak Keadilan ALLAH SWT kita ternyata sedang dikasih rahmat yang luar biasa untuk memperbanyak bekal kita di Akhirat, begitu besarnya karunia dan rizki yang ALLAH SWT berikan,.,.,.,..,.,Be Patience, Be Positive, Be Strong, Be Passion my friend.

,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,,.,..,,..,,..,.,.,.,,.,.,.,.…,.,. اشْهَدُ انْ لّآ اِلهَ اِلَّا اللّهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً اعَبْدُه وَرَسُولُه ,.,.,.,,,.,,..,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,,.,.,.,.,,.,…,.,..,.,

.Wassalamualaikum WrWb.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: